Bali adalah salah satu destinasi favorit wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Dengan mendunianya Pulau Bali, para pengusaha pun berbondong-bondong membuka cafe dan resto di Bali. Sampai-sampai para wisatawan lebih hafal nama-nama cafe populer di Bali dibandingkan nama-nama makanan tradisional khas Bali. Padahal tentu saja Bali pun memiliki berbagai makanan khas yang wajib kita cicipi saat berlibur di Bali. Nah, Kooliners, berikut salah satu makanan tradisional khas Bali yaitu Tum yang bisa membuat Anda ketagihan.

Tum adalah pepes versi Bali yang dibuat dari daging ayam, itik, bebek, kuwir, penyu, atau ikan laut. Bumbunya terdiri dari santan dan bumbu gurih khas Bali seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan merica. Daging atau ikan yang digunakan, harus dicincang terlebih dahulu agar halus dan dibumbui dengan berbagai rempah serta santan, lalu dibungkus dengan daun pisang dan dikukus. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang kaya rempah membuat tum enak disantap dengan nasi hangat.
Bagaimana cara membuatnya ?
Bahan yang perlu disiapkan :
- Daging atau Ikan 1 kg
- Kelapa ½ btr
- Daun pisang secukupnya
- Bawang merah 8 bh
- Jahe 1 rsj
- Bawang putih 3 siung
- Sereh 1 btg
- Lombok 2 bh
- Salam 5 lbr
- Lada 5 bj
- Terasi ½ sdt
- Kemiri 4 bj
- Garam ½ sdm
- Kencur ¼ rsj
Sudah disiapkan bahan-bahan serta bumbu di atas?

Proses Pembuatannya :
- Daging atau ikan dipotong-potong (tanpa tulang).
- Bumbu dihaluskan kecuali sereh, jahe, salam, kelapa dibuat santan.
- Bumbu-bumbu dicampur dengan daging ayam, ditambah air.
- Ditambah santan.
- Daging atau ikan dibungkus daun pisang, berbentuk tum.
- Tiap bungkusan diisi ± 5 potong daging atau ikan, lalu dikukus.
- Dihidangkan dengan daun pembungkus tak dibuka tetapi biting dilepaskan.
Benarkan tidak begitu sulit?
