5 Hidangan Khas Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali

Must Try

- Advertisement -
- Advertisement -

Sebagai salah satu perayaan terbesar umat Hindu, Hari Raya Galungan dan Kuningan selalu diselenggarakan secara meriah. Tak hanya diisi dengan sembahyang di pura, ada juga beberapa makanan yang harus selalu ada setiap merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan.

- Advertisement -

Selain disantap bersama sanak saudara, beberapa makanan ini juga disajikan sebagai sesaji atau persembahan untuk para leluhur. Penasaran? Ini dia lima sajian tradisional yang selalu ada saat Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali.

1. Lawar Bali

Sumber Gambar (www.hidangandaerah.com)

Bisa dibilang, lawar merupakan salah satu hidangan yang wajib ada dalam perayaan Galungan. Menariknya, tradisi membuat lawar saat Galungan umumnya dilakukan oleh para lelaki secara bersama-sama. Bukan tanpa alasan, membuat lawar beramai-ramai merupakan simbol gotong royong dan saling mempererat tali persaudaraan.

Lawar yang disajikan pun bermacam-macam tergantung daerahnya. Namun yang paling populer adalah lawar nyuh atau kelapa yang dicampur dengan darah babi sehingga dikenal pula dengan sebutan lawar getih (darah). Darah babi tersebut kemudian dicampur dengan potongan daging atau jeroan babi, nangka muda, kelapa parut, dan bumbu basa genep khas Bali.

2. Tape Ketan

Sumber Gambar (www.coolpad.com)

Kudapan selanjutnya ada tape khas Bali yang terbuat dari ketan atau injin (beras hitam). Biasanya ada waktu khusus untuk membuatnya sebagai makanan pelengkap Galungan. Proses pembuatannya dilakukan pada hari ke-3 sebelum Galungan.

Saat itu, umat Hindu biasanya melakukan penyekaban atau fermentasi dalam pembuatan tape. Tape ketan biasanya digunakan sebagai sesajen yang diletakkan pada sodan atau punjungan.

3. Ragam Buah-Buahan

Sumber Gambar (www.kumparan.com)

Tidak ada peraturan paten untuk menentukan buah apa saja yang harus disajikan sebagai sesajen. Buah, yang kemudian disusun menjadi gebogan dan disunggi oleh perempuan Bali, merupakan wujud syukur kepada Tuhan. Umumnya, mereka akan menggunakan buah-buahan seperti apel, mangga, pisang, manggis, salak, anggur, dan jambu.

Masing-masing buah itu sebenarnya memiliki makna tersendiri. Misalnya pisang, yang berarti tidak akan mati sebelum berbuah. Ada bagian kata “sang”, yang memiliki arti dihormati. Maka tidak heran bila di Bali banyak sekali warganya yang menanam buah pisang.

4. Jaja Kaliadrem

Sumber Gambar (www.kintamani.com)

Jajanan tradisional ini memiliki bentuk yang begitu unik. Anda akan menemukan tampilan jaja kaliadrem begitu mirip dengan donat, apalagi ketika menemukannya dalam bentuk lingkaran. Hanya saja, di permukaannya terdapat taburan wijen yang memunculkan rasa gurih.

Jaja kaliadrem sendiri merupakan jenis makanan ringan yang bisa didapatkan dengan mudah di Bali. Anda dapat memilih untuk berkunjung ke pasar tradisional untuk mencicipi jaja kaliadrem Bali secara langsung. Selain itu, jaja kaliadrem juga menjadi jenis jajanan yang kerap digunakan untuk melengkapi sesaji saat Hari Raya Galungan dan Kuningan.

5. Nasi Kuning (Nasi Tebog)

Sumber Gambar (www.pictart.com)

Salah satu warisan kuliner yang khas dan berbeda dengan nasi biasanya. Nasi kuning, sesuai dengan namanya merupakan nasi yang berwarna kuning dengan menggunakan pewarna makanan alami yakni kunyit.

Selain warnanya yang berbeda dengan nasi biasanya adalah rasa yang gurih serta aroma yang harum. Nasi kuning khususnya di buat untuk menyambut hari raya Kuningan yang disajikan di dalam wadah (tebog) dihaturkan terlebih dahulu, baru kemudian dapat dinikmati. Nasi kuning atau nasi tebog dilengkapi dengan beberapa lauk. Seperti kacang-kacangan, ikan, telur dan lainnya sesuai daerah masing-masing di Bali.

Itulah 5 makanan khas Bali yang biasa disajikan selama Galungan dan Kuningan. Selamat merayakan Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan ya. Semoga menemukan kerahayuan, dan hati menjadi bersih serta suci.

Latest Recipes

More Recipes Like This